RAPI Sidoarjo Bekali 167 Siswa MTs Plus Burhanul Hidayah Keterampilan Komunikasi Radio dan Kepanduan Digital



RAPI SIDOARJO – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13.24 Kabupaten Sidoarjo memberikan pembekalan dasar komunikasi radio kepada 167 siswa dan siswi MTs Plus Burhanul Hidayah, Jenggot, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi anggota Pramuka dalam bidang kepanduan digital dan komunikasi radio, sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk mendukung koordinasi dalam situasi darurat dan kebencanaan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah tersebut merupakan tindak lanjut undangan dari pihak madrasah kepada RAPI Sidoarjo untuk menjadi narasumber dalam pelatihan kepanduan digital dan radio komunikasi bagi anggota Pramuka.

Berdasarkan Surat Tugas Pengurus Wilayah RAPI 1324 Kabupaten Sidoarjo Nomor 027.05.1324.1026, tiga anggota RAPI ditugaskan untuk mengikuti dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka adalah Rudy Purwanto (JZ13YHF), Sujanari (JZ13QKQ), dan M. Kusnan (JZ13JJJ).

Dalam kegiatan ini, dibuka oleh M. Kusnan (JZ13JJJ) dilanjutkan materi oleh Rudy Purwanto (JZ13YHF) bersama Sujanari (JZ13QKQ) menyampaikan materi dasar-dasar komunikasi radio, meliputi pengenalan perangkat handy talkie (HT), etika komunikasi di udara, alfabet fonetik internasional, kode komunikasi radio, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 167 siswa dan siswi kelas VII hingga kelas IX. Pelaksanaannya turut didampingi Kak Moch. Ali Mustofa selaku Koordinator Pembina dan Kak Aspriyanti selaku Pembina Pangkalan MTs Plus Burhanul Hidayah.


Mengenal Perangkat dan Etika Komunikasi Radio

Dalam penyampaian materi, peserta diperkenalkan dengan perangkat HT, mulai dari fungsi antena, tombol PTT (*Push-to-Talk*), pengaturan kanal, speaker, hingga mikrofon. Pemahaman terhadap fungsi setiap bagian perangkat menjadi dasar agar komunikasi berlangsung secara efektif dan tertib.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kode etik dan etika berbicara di udara. Prinsip utama yang ditekankan adalah berkomunikasi secara singkat, jelas, sopan, dan sesuai kebutuhan. Pengguna radio perlu mendahulukan informasi darurat, tidak memotong pembicaraan pengguna lain, serta menghindari percakapan yang tidak berkaitan dengan kepentingan komunikasi.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan alfabet fonetik internasional, seperti Alpha, Bravo, Charlie, dan seterusnya. Alfabet fonetik membantu penyampaian huruf agar lebih jelas, terutama ketika kualitas suara kurang optimal atau terdapat gangguan komunikasi.

Peserta juga dikenalkan dengan sejumlah kode komunikasi yang lazim digunakan dalam komunikasi radio RAPI. Pengetahuan ini diharapkan membantu mereka memahami tata cara penyampaian pesan secara ringkas, tertib, dan mudah dimengerti.


Radio Komunikasi untuk Kemanusiaan dan Kebencanaan

Salah satu materi penting dalam pembekalan ini adalah peran komunikasi radio dalam situasi darurat dan kebencanaan. Ketika jaringan telepon seluler mengalami gangguan atau tidak tersedia, radio komunikasi dapat menjadi sarana alternatif untuk menyampaikan informasi dan mendukung koordinasi di lapangan, bergantung pada ketersediaan perangkat, jangkauan, dan kondisi operasional.

Dalam penanganan kebencanaan, komunikasi radio dapat membantu penyampaian informasi kondisi lapangan, koordinasi evakuasi, serta pertukaran informasi antara petugas, relawan, dan pihak terkait.

Oleh karena itu, penguasaan dasar komunikasi radio tidak hanya bermanfaat bagi kegiatan kepramukaan, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan.

Materi tersebut selaras dengan nilai-nilai kepramukaan yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama. Melalui pemahaman teknologi komunikasi, anggota Pramuka diharapkan mampu menggunakan perangkat secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab.

Praktik Komunikasi Perkuat Pemahaman Peserta

Pembelajaran kepanduan radio juga diarahkan pada praktik dan simulasi komunikasi agar materi lebih mudah dipahami. Peserta diperkenalkan dengan contoh prosedur melakukan panggilan, menjawab panggilan dengan benar, serta menggunakan alfabet fonetik dalam menyampaikan identitas atau informasi melalui radio.



Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena komunikasi radio memerlukan ketepatan penyampaian pesan, disiplin penggunaan kanal, dan pemahaman terhadap tata cara komunikasi yang berlaku.

Dengan jumlah peserta mencapai 167 siswa dari kelas VII hingga IX, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengenal lebih dekat teknologi komunikasi radio dan memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kondisi darurat.

Perkuat Sinergi RAPI dan Lembaga Pendidikan

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara RAPI Sidoarjo dan lembaga pendidikan dalam memperkenalkan keterampilan komunikasi kepada generasi muda. Melalui pembekalan tersebut, RAPI turut mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan anggota Pramuka agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

RAPI Sidoarjo berharap pengenalan komunikasi radio sejak dini dapat menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang tertib, efektif, dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar mengenal perangkat HT, para siswa diharapkan memahami bahwa teknologi komunikasi dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi, membantu sesama, dan mendukung kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. (JZ13EOA)


Previous Post Next Post

نموذج الاتصال