RAPI SIDOARJO– Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13.24 Kabupaten Sidoarjo turut berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan anggota Pramuka melalui pelatihan Emergency Communication atau komunikasi darurat yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Sukodono, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di SDN Cangkringsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, tersebut diikuti 30 peserta dari sejumlah pangkalan dan unsur kepramukaan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi Pramuka Penegak dalam pengetahuan alat komunikasi radio dan penggunaannya untuk mendukung penyampaian informasi serta koordinasi ketika terjadi keadaan darurat maupun bencana.
Berdasarkan surat tugas Pengurus Wilayah RAPI 1324 Kabupaten Sidoarjo Nomor 028.05.1324.1026, tiga anggota RAPI ditugaskan untuk menjadi narasumber, melaksanakan simulasi penggunaan perangkat komunikasi, serta mendokumentasikan kegiatan. Ketiga anggota tersebut adalah Arief Achomadin (JZ13IBL), Naufal Hafiz S. (JZ13DPX), dan M. Kusnan (JZ13JJJ).
Materi pelatihan Emergency Communication dilanjutkan materi Pedoman dan Prosedur Sop Komunikasi serta Aturan Komunikasi Darurat dari BNPB disampaikan oleh Naufal Hafiz S. (JZ13DPX) sekretaris Rapi Sidoarjo. Materi meliputi pengertian dan tujuan komunikasi darurat, pengenalan perangkat radio komunikasi, prinsip komunikasi yang cepat dan tepat, tata cara menyampaikan laporan kejadian, etika komunikasi radio, serta pemanfaatan radio untuk mendukung koordinasi dan penyampaian informasi saat bencana.
Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya menyampaikan informasi secara singkat, jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam situasi darurat, informasi mengenai lokasi, waktu, kondisi kejadian, dampak, serta kebutuhan bantuan harus disampaikan secara terstruktur agar dapat dipahami oleh pihak penerima laporan.
Selain penyampaian teori, pelatihan ini sebelumnya juga diajarkan oleh Kak Arief Achomadin pembina Pramuka SMK Telkom Sidoarjo mencakup simulasi penggunaan alat komunikasi beserta kelengkapannya meliputi alat komunikasi analog seperti HT, HF serta digital. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan memahami tata cara komunikasi radio yang tertib dan mampu menyampaikan laporan awal dengan benar.
Diikuti 30 Peserta dari Berbagai Pangkalan
Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sukodono, Nur Azizah S.Pd, M.Pd, mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari Pangkalan SMK Telkom, Dewan Kerja Ranting (DKR) Sukodono, SMPN 1 Sukodono, dan SMA Antartika.
Menurut Kak Azizah, pelatihan ini diselenggarakan oleh Kwarran Sukodono sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan keterampilan kepramukaan, khususnya dalam bidang komunikasi darurat.
“Pelatihan ini dilaksanakan oleh Kwarran Sukodono dan terbuka bagi peserta dari luar kecamatan yang ingin berkegiatan di Kwarran Sukodono,” lanjut Kak Azizah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota Pramuka, terutama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan komunikasi cepat dan koordinasi yang baik.
“Setelah pelatihan ini, diharapkan adik-adik Pramuka lebih siap lagi jika terjadi bencana,” tutup Kak Azizah.
Perkuat Kesiapsiagaan Pramuka Menghadapi Bencana
Komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam penanganan keadaan darurat. Ketika jaringan telepon seluler mengalami gangguan atau tidak dapat digunakan, radio komunikasi dapat menjadi sarana alternatif untuk menyampaikan informasi, selama perangkat, jangkauan, dan jalur komunikasi tersedia.
Melalui pelatihan ini, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya mengenal perangkat radio, tetapi juga memahami pentingnya etika komunikasi, ketepatan informasi, serta koordinasi dengan pembina dan petugas berwenang.
Dalam menghadapi bencana, keselamatan diri tetap menjadi prioritas. Anggota Pramuka perlu memahami batas kemampuan dan perannya, tidak memasuki area berbahaya, serta melaporkan kejadian melalui jalur yang telah ditentukan.
Keterlibatan RAPI Sidoarjo dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas generasi muda di bidang komunikasi radio dan kesiapsiagaan bencana. Sinergi antara RAPI dan Gerakan Pramuka diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang terampil berkomunikasi, disiplin, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (JZ13EOA)
Foto foto:

















