Di balik aktivitas komunikasi tersebut, tersimpan pesan yang lebih luas daripada sekadar pertukaran informasi. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk merawat persaudaraan lintas daerah sekaligus merefleksikan kembali semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia sejak 28 Oktober 1928.
Jika dahulu para pemuda menyatukan tekad melalui Sumpah Pemuda, kini nilai persatuan dapat diwujudkan melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk komunikasi radio. Perangkat dan zamannya berbeda, tetapi semangat untuk membangun kebersamaan tetap relevan.
Satu Frekuensi, Beragam Daerah
Berdasarkan logsheet kegiatan, tercatat 52 entri komunikasi operator dari sejumlah wilayah, di antaranya Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, hingga Madura.
Catatan tersebut menggambarkan bagaimana gelombang radio dapat menghubungkan orang-orang yang berada di lokasi berbeda dalam satu ruang komunikasi. Jarak geografis tidak menghalangi mereka untuk saling menyapa dan membangun hubungan melalui kegiatan bersama.
Dalam konteks Sumpah Pemuda, keberagaman wilayah tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan. Perbedaan tempat tinggal, lingkungan, dan latar belakang bukan alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat persaudaraan.
Melalui kegiatan net spesial, RAPI menghadirkan ruang interaksi yang memungkinkan anggotanya berpartisipasi dalam satu kegiatan kebangsaan meskipun berada di daerah masing-masing.
M. Kusnan: Persatuan Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata
Wakil Ketua 3 RAPI Wilayah 1324 Sidoarjo, M. Kusnan, yang sekaligus bertugas sebagai Net Control Station (NCS) dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan bangsa.
“Peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita untuk mengingat kembali bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Jika dahulu para pemuda menyatukan tekad melalui Kongres Pemuda 1928, sekarang kita memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut melalui bidang dan kemampuan masing-masing,” demikian pernyataan M. Kusnan.
Menurutnya, komunikasi radio tidak semestinya dipandang hanya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, tetapi juga dapat menjadi media untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan lintas daerah.
“Melalui kegiatan Net Spesial Hari Sumpah Pemuda ini, kami ingin menunjukkan bahwa komunikasi radio bukan sekadar sarana berkomunikasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan lintas daerah, serta menumbuhkan semangat kebangsaan,” lanjutnya.
Sebagai NCS, M. Kusnan menjalankan peran dalam mengatur jalannya komunikasi agar berlangsung tertib. Peran tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi, kedisiplinan, kemampuan mendengarkan, serta penghormatan terhadap tata cara komunikasi yang berlaku.
Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat kebersamaan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga perlu dibangun melalui sikap saling menghargai dan kesediaan bekerja sama.
Radio, Kedisiplinan, dan Pengabdian kepada Masyarakat
Bagi anggota RAPI, komunikasi radio juga menjadi ruang untuk melatih keterampilan dan tanggung jawab. Penggunaan perangkat radio menuntut pemahaman prosedur komunikasi, ketertiban dalam menyampaikan informasi, serta etika ketika berinteraksi dengan sesama operator.
Di tengah perkembangan teknologi digital, nilai-nilai tersebut tetap penting. Kemudahan menyampaikan pesan harus diimbangi dengan tanggung jawab, ketepatan informasi, dan kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bijak.
Lebih jauh, kemampuan komunikasi radio dapat mendukung kegiatan sosial dan kebencanaan sesuai kapasitas serta peran masing-masing pihak. Jaringan komunikasi yang terpelihara dengan baik berpotensi membantu penyampaian informasi ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan koordinasi.
Dengan demikian, kegiatan seperti Net Spesial Hari Sumpah Pemuda tidak hanya memiliki nilai kebersamaan bagi komunitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pemuda Hari Ini, Penerus Indonesia Esok
Peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum untuk mengevaluasi bagaimana nilai persatuan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebangsaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni, tetapi perlu tercermin dalam karya, kedisiplinan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui Net Spesial 10.98, RAPI Wilayah 1324 Sidoarjo menghadirkan salah satu bentuk kegiatan yang menghubungkan anggota lintas daerah dalam suasana peringatan kebangsaan.
Tantangan generasi sekarang memang berbeda dengan yang dihadapi para pemuda pada 1928. Namun, tanggung jawab menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia tetap menjadi tugas bersama.
Pesan yang diangkat dalam poster kegiatan, “Pemuda Hari Ini, Penerus Indonesia Esok,” menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh kepedulian dan tindakan generasi masa kini.
Pada akhirnya, panggilan radio bukan hanya tentang siapa yang terdengar dan dari mana suara itu berasal. Lebih dari itu, komunikasi dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan, memperkuat persaudaraan, dan merawat semangat persatuan Indonesia.
Satu frekuensi, beragam suara, satu semangat untuk Indonesia.
Salam 51.55.
Penulis: JZ13EOA
