![]() |
| Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin upacara hari jadi ke 167 Sidoarjo |
RAPI SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo genap berusia 167 tahun pada 31 Januari 2026. Peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus berbenah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sidoarjo turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167. RAPI berharap, di usia yang semakin matang ini, Kabupaten Sidoarjo semakin maju, aman, dan sejahtera, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.
RAPI Sidoarjo juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam mendukung komunikasi kebencanaan, ketertiban, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
![]() |
| Naufal Hafiz sekretaris RAPI Sidoarjo (kiri) saat menghadiri upacara hari jadi ke 167 Sidoarjo |
Upacara peringatan Harjasda ke-167 digelar di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, RAPI Sidoarjo hadir melalui Sekretaris RAPI Sidoarjo, Naufal Hafiz, yang mewakili Ketua RAPI Sidoarjo.
Sekretaris RAPI Sidoarjo, Naufal Hafiz, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Sidoarjo merupakan momen penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Ia menilai capaian pembangunan yang telah diraih menjadi bukti kerja keras pemerintah daerah bersama masyarakat.
“Harjasda ke-167 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendukung program pembangunan daerah. RAPI Sidoarjo siap berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam menjaga komunikasi dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah satu wujud nyata peringatan Harjasda ke-167 adalah diresmikannya wajah baru Alun-alun Sidoarjo yang dihadirkan sebagai kado bagi masyarakat. Ruang publik tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas warga dengan konsep yang lebih nyaman dan representatif.
![]() |
| Naufal Hafiz Sekretaris RAPI Sidoarjo bersama Subandi Bupati Sidoarjo, setelah upacara |
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa Alun-alun Sidoarjo tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai ruang publik yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan masyarakat.
“Alun-alun ini merupakan kado untuk masyarakat yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Saya titip ini untuk dijaga bersama,” ujar Subandi usai memimpin upacara Harjasda ke-167.
Selain pembenahan ruang publik, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus merealisasikan program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menyiapkan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.
“Pada tahun 2026 tersedia beasiswa pendidikan tinggi dan beasiswa yatim bagi siswa SD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, dengan kuota sebanyak 4.000 penerima,” ungkap Subandi.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan dan fasilitas pendukung perekonomian masyarakat terus digenjot. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 13 ruas jalan dengan total panjang 12,67 kilometer telah dilakukan betonisasi.
Memasuki tahun 2026, penguatan infrastruktur dilanjutkan melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang difokuskan pada percepatan perbaikan jalan serta pembangunan infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan.
Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara berkelanjutan melalui normalisasi 10 sungai, optimalisasi sistem drainase, serta percepatan pembangunan rumah pompa di sejumlah titik rawan genangan.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 mencapai Rp18,89 triliun atau 155,84 persen dari target, serta tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun 2024,” tambahnya.
Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian utama. Pada tahun 2025, Pemkab Sidoarjo meraih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI dan masuk dalam Top 7 Nasional kategori pemerintah kabupaten.
“Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Subandi. (JZ13EOA)


